AsyhaduAnna Muhammadarrasulullah "Aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah" (٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَة Hayya 'alasshalah "Marilah Shalat" (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ Hayya 'alalfalaah "Marilah menuju kejayaan" (١x) اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ Allahu akbar Allahu Akbar "Allah Maha Besar" (١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ Laa ilaaha Illallah Bismillah. Ustadz, apa yang harus kita jawab ketika adzan pas “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”? karena sepengetahuan saya ada 3 syarat doa terkabul dan salah satunya, menjawab lafaz “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”. Syukron. Hilya –Makassar. Jawaban Allaahu a’lam dengan bacaan yang Anda maksudkan, namun sebagian ulama menyebutkan sunatnya membaca bacaan khusus tatkala muazin usai membaca lafal azan “Asyhadu an laa ilaaha illallaah”, dan “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”, sebagaimana yang disebutkan dalam HR Muslim 386 dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang mengucapkan bacaan -tatkala mendengar muazin- أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu, radhiitu billaahi rabban, wa bi muhammdin rasuulan, wa bil-islaami diina; maka dosa-dosanya akan terampuni”. Para ulama tersebut menyatakan bahwa bacaan ini dibaca tatkala muazin usai mengumandangkan dua kalimat syahadat, tepat setelah lafaz “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”. Lihat Al-Majmu’ –Imam Nawawi; 2/87-88 , Syarh al-Mumti’- Ibnul-Utsaimin 2/86, Liqa’ al-Baab al-Maftuuh –Ibnul-Utsaimin liqa’ 156/26, dan Al-Masaail al-Muhimmah fil-Adzaan wal-Iqaamah- al-Tharifi; 108. Namun ulama yang lain juga menyebutkan bahwa bacaan ini hendaknya dibaca setelah muazin selesai mengumandangkan azan secara keseluruhan, yakni dibaca beserta doa setelah azan yang biasa dibaca setelah muazin mengucapkan lafal azan terakhir “Laa ilaaha illallaah”. lihat Tuhfatul-Ahwadzi 1/529. Kesimpulannya Inilah salah satu doa yang diucapkan saat azan, kapan seseorang membacanya tatkala azan baik ketika muazin usai membaca dua kalimat syahadat atau setelah selesai mengumandangkan azan, maka semua tetap disunahkan, insya Allah. Adapun pernyataan bahwa bacaan tersebut merupakan salah satu dari 3 syarat terkabulnya doa, maka tidak benar, karena tidak adanya dalil yang menunjukkan hal tersebut, hanya saja, siapa yang mengamalkannya tentu telah menambah ketaatan dan ibadah kepada Allah, yang bisa menjadi salah satu penguat untuk mustajabnya doa, bukan syarat mustajabnya, wallaahu a’lam. Dijawab Oleh Ustadz Maulana La Eda Lc Alumni Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah, saat ini menempuh S2 di fakultas yg sama ————– Buat anda yang ingin konsultasi masalah agama islam, silahkan ke ➡
MENJAWABADZAN & DOA SETELAH ADZAN. Rasulullah Saw bersabda: Ketika muadzin menyerukan: "Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah", maka diapun mengucapkan: "Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah". Ketika muadzin menyerukan: "Hayya 'alash Shalaah", maka dia mengucapkan: "Laa Haula wala quwwata Illaa Billah". Ketika muadzin
Yang Dibaca Nabi ketika Mendengar AdzanDoa Saat Azan dari Syekh Ali Jaber, Bisa Ampuni Dosa yang Lalu karena sepengetahuan saya ada 3 syarat doa terkabul dan salah satunya, menjawab lafaz “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”. Allaahu a’lam dengan bacaan yang Anda maksudkan, namun sebagian ulama menyebutkan sunatnya membaca bacaan khusus tatkala muazin usai membaca lafal azan “Asyhadu an laa ilaaha illallaah”, dan “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”, sebagaimana yang disebutkan dalam HR Muslim 386 dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang mengucapkan bacaan -tatkala mendengar muazin- Para ulama tersebut menyatakan bahwa bacaan ini dibaca tatkala muazin usai mengumandangkan dua kalimat syahadat, tepat setelah lafaz “Asyhadu anna muhammadan Rasulullaah”. Yang Dibaca Nabi ketika Mendengar Adzan Karena itu, terdapat banyak ragam redaksi doa dan bacaan yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk umatnya ketika mendengar adzan. Dalam Kitâb al-Du’â, Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy w. 360 H mengumpulkan banyak doa atau bacaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ketika mendengar azan, lebih dari tiga puluh riwayat. Di sini hanya akan dicantumkan beberapa riwayat saja, sesuai dengan karakteristik teks dan kualitas sanadnya. “Barangsiapa yang berucap ketika mendengar adzan Asyhadu allâ ilaha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, radlîtu billâhi rabba wa bil-islâmi dîna wa bi-muhammadin nabiyya’ Aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. “Dari Ummu Salamah, ia berkata Rasulullah mengajariku agar aku menucapkan doa ini ketika adzan maghrib “Allahumma hadzâ iqbâlu lailika wa idbâru nahârika wa ashwâtu du’âtika faghfir lî” Ya Allah, ini adalah [saat di mana] malam-Mu datang, siang-Mu berlalu, dan lantunan doa kepada-Mu [dipanjatkan], maka ampunilah aku.” Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy, Kitâb al-Du’â, 2007, h. 162 Perbedaannya terletak pada bacaan, “lâ haula wa lâ quwwata illâ billahi” tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah ketika muazin sampai pada, “hayya alash shalâh, hayya alal falâh.” Riwayatnya adalah hadits hasan riwayat Imam Ahmad bin Hanbal Ketika muadzin berucap “Hayya alash shalâh, hayya alal falâh,” Nabi mengucapkan “Lâ haula wa lâ quwwata illâ billahi” tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.” Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy, Kitâb al-Du’â, 2007, h. 164 Takbir juga menegaskan bahwa tidak ada apa pun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan keagungan Allah. Doa Saat Azan dari Syekh Ali Jaber, Bisa Ampuni Dosa yang Lalu Artinya “Doa antara azan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu,” HR Ahmad. Mendiang Syekh Ali Jaber pun membagikan salah satu lafal yang dapat diamalkan saat azan. Sebab banyak orang saat azan tapi cakap-cakap,” ungkap Syekh Ali Jaber, sebagaimana yang dilihat detikcom dalam channel YouTube Dakwah Elite, Senin 13/12/2021. Ulama kelahiran Madinah ini pun menjelaskan kapan waktu yang tepat membaca doa saat azan tersebut. Tepatnya setelah lafaz أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ, اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Kemudian, Syekh Ali Jaber juga menjelaskan jawaban tiap panggilan azan yang dilafalkan oleh muazin. Artinya “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin,” HR Bukhari dan Muslim. Adapun bacaan azan lengkap yang dilafalkan oleh muazin setiap mendekati waktu masuknya salat adalah sebagai berikut, Sebagai penutup, Syekh Ali Jaber menyebutkan keutamaan bagi umat muslim yang mengikuti muadzin hingga selesai. Newsletter Want more stuff like this? Get the best viral stories straight into your inbox! Untukdoa yang dibaca saat mengusapkan ibu jari pada dua mata sesaat setelah mendengar nama Mu h ammad Rasulullâh, ada beberapa redaksi yang dianjurkan Berikut beberapa redaksi doa yang dianjurkan: مَرْحَبًا بِحَبِيْبِيْ وَقُرَّةِ عَيْنِيْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Ada lima amalan yang semestinya diamalkan ketika mendengar azan. Apa saja itu? Lima amalan tersebut telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim sebagai berikut 1 mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. 2 bershalawat pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam Allahumma sholli ala Muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud. 3 minta pada Allah untuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wasilah dan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Jabir bin Abdillah Allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa adtah … 4 membaca Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa, sebagaimana disebutkan dalam hadits Sa’ad bin Abi Waqqash. 5 memanjatkan doa sesuai yang diinginkan. Lihat Jalaa-ul Afham hal. 329-331 Dalil untuk amalan nomor satu sampai dengan tiga disebutkan dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya memberi ampunan padanya sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” HR. Muslim no. 384. Adapun meminta wasilah pada Allah untuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam disebutkan dalam hadits dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa adtah’ [Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini dakwah tauhid, shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah kedudukan yang tinggi, dan fadilah kedudukan lain yang mulia. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak.” no. 614 Ada juga amalan sesudah mendengarkan azan jika diamalkan akan mendapatkan ampunan dari dosa. Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا. غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ “Siapa yang mengucapkan setelah mendengar azan Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa artinya aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agamaku, maka dosanya akan diampuni.” HR. Muslim no. 386 Dari Abdullah bin Amr bahwa seseorang pernah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya muadzin selalu mengungguli kami dalam pahala amalan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, قُلْ كَمَا يَقُولُونَ فَإِذَا انْتَهَيْتَ فَسَلْ تُعْطَهْ “Ucapkanlah sebagaimana disebutkan oleh muadzin. Lalu jika sudah selesai kumandang azan, berdoalah, maka akan diijabahi dikabulkan.” HR. Abu Daud no. 524 dan Ahmad 2 172. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Artinya, doa sesudah azan termasuk di antara doa yang diijabahi. Setelah menyebutkan lima amalan di atas, Ibnul Qayyim berkata, “Inilah lima amalan yang bisa diamalkan sehari semalam. Ingatlah yang bisa terus menjaganya hanyalah as saabiquun, yaitu yang semangat dalam kebaikan.” Jalaa-ul Afham, hal. 333. Mari kita amalkan walaupun sederhana, yang penting rutin dan istiqamah. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Referensi Jalaa-ul Afham fii Fadhli Ash Shalah was Salaam ala Muhammad Khoiril Anam, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar Ibni Katsir, cetakan kedua, tahun 1432 H. — Selesai disusun di Darush Sholihin, menjelang Ashar, 15 Rabi’ul Awwal 1436 H 2 24 PM Akhukum fillah Muhammad Abduh Tuasikal Artikel SunnahSunnah Ketika Mendengarkan Adzan ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 4 Sya'ban 1443 H / 07 Maret 2022 M. Download kajian sebelumnya: Sunnah-Sunnah Ketika Seseorang Mengumandangkan Adzan Pertanyaan Assalamu’alaikum, Ustadz. Apakah broadcast BC berikut landasan haditsnya shahih? Mengapa Ulama Salaf Mengusap Mata saat Adzan Apa Sebabnya Para Ulama Salaf Kita Kalau Mendengar Adzan Sampai Pada Lafazh “Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah, Kemudian Para Ulama Salaf Mencium Kedua Jari Jempolnya Dan Mengusapkan Ke Kelopak Mata, Dengan Mengucapkan “Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul Aini” Diceritakan Bahwa Nabi Adam Alaihis Salam Heran Melihat Malaikat Yang Selalu Membuntutinya Dari Belakang, Sehingga Nabi Adam Bertanya Kepada ALLAH “Yaa ALLAH, Mengapa Mereka Selalu Mengikutiku? “Wahai Adam, Karena Mereka Telah Tertarik Dengan Cahaya Keturunanmu Yang Telah Ada di Sulbimu. Kemudian Nabi Adam Memohon Agar ALLAH Memindahkan Cahaya Yang Ada Di Sulbinya itu Kedepan. Maka ALLAH Meletakkan Cahaya Tersebut Di Antara Kedua Alis Nabi Adam. Maka Dengan Segera Semua Malaikat Berada Di Hadapan Nabi Adam. Nabi Adam Heran Dengan Kelakuan Para Malaikat Yang Memandang Wajahnya. Maka Nabi Adam Kemudian Memohon Agar Diperkenankan Melihat Cahaya Itu. Maka ALLAH SWT Menampakkan Cahaya Tersebut Pada Kuku Kedua Ibu Jari Nabi Adam. Maka Nabi Adam AS Pun Heran Melihat Keindahan Cahaya Itu, Dan Berkata “Yaa ALLAH, Cahaya Siapakah Ini?” Kemudian ALLAH SWT Menjawab “Itu Adalah “NUUR Sayidina Muhammad” Wahai Adam “Kalau Tidak karena Nuur Sayidina Muhammad”, Maka Tidak Akan AKU Ciptakan Semua Ini”. Maka ALLAH Menyebutkan Keagungan-Keagungan Nuur Sayidina Muhammad, Maka Nabi Adam Sangat Gembira Sekali Dengan Nuur Muhammad Yang Ada Pada Dirinya. Maka Nabi Adam Mencium Jempolnya Dan Mengucapkan “Marhaban Bi Habibi Wa Qurrotul’aini”. Kemudian Diusapkan Cahaya Tersebut Di Kedua Kelopak Matanya. FAEDAH MENCIUM DAN MENGUSAPKANNYA KE MATA SAAT ADZAN Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Maghrabi Berkata وَرُوِيَ عَنْ الْخَضِرِ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرْحَبًا بِحَبِيبِي وَقُرَّةِ عَيْنِي مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُقَبِّلُ إبْهَامَيْهِ ، وَيَجْعَلُهُمَا عَلَى عَيْنَيْهِ لَمْ يَعْمَ ، وَلَمْ يَرْمَدْ أَبَدًا مواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل – ج 3 / ص 355 Diriwayatkan Dari Nabi Khidhir As. Bahwa Ia Berkata Barang siapa Yang Mendengar Bacaan Muadzin “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”, Lalu Ia Berdo’a “Marhaban Bihabibiy Waqurrati Ainiy Muhammadibni Abdillah Saw.”, Lalu Mengecup Dua Jari Jempolnya Dan Diletakkan [Diusapkan] Ke Kedua Matanya, Maka Ia Tidak Akan Mengalami Buta Dan Sakit Mata Selamanya.” Mawahib Al-Jalil Syarh Mukhtashar Asy-Syaikh Khalil Juz 3 halaman 355 berjuangbersamadanbersaudara Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Hadits tentang mengusap mata saat adzan tidak shahih menurut para ulama. Imam As Sakhawiy mengatakan ولا يصح في المرفوع من كل هذا شيء Semua ini sedikit pun tidak shahih secara marfu’ [dari Nabi]. Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 606 Imam Asy Syaukani mengatakan قال في التذكرة لا يصح Dia berkata dalam At Tadzkirah tidak shahih. Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 20 Syaikh Bakr Abu Zaid berkata النفخ على الإبهامين ومسح العينين بهما جهالة ؛ لا أصل له Meniup kedua jempol dan mengusapnya ke kedua mata adalah jahaalah [tidak diketahui], dan tidak ada dasarnya. Tashhih Ad Du’a, Hal. 447 Demikian. Wallahu A’lam. IEGG.
  • czv9lj3n1z.pages.dev/124
  • czv9lj3n1z.pages.dev/274
  • czv9lj3n1z.pages.dev/269
  • czv9lj3n1z.pages.dev/438
  • czv9lj3n1z.pages.dev/401
  • czv9lj3n1z.pages.dev/460
  • czv9lj3n1z.pages.dev/178
  • czv9lj3n1z.pages.dev/69
  • doa ketika adzan asyhadu anna muhammadarrasulullah